TIMES PANDEGLANG, YOGYAKARTA – Komitmen Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dalam mendorong internasionalisasi pendidikan kembali diwujudkan melalui keikutsertaan dalam program SEA Teacher.
Pada awal 2026, UMBY memberangkatkan empat mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional di Filipina, sekaligus menerima dua mahasiswa asing sebagai bagian dari program pertukaran.
Keempat mahasiswa dilepas secara resmi oleh Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., MP., MCE., di Ruang Teater Kampus 1 UMBY, Rabu (7/1/2026).
Program yang difasilitasi The South Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) ini akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 12 Januari hingga 7 Februari 2026.
SEA Teacher Jadi Strategi Global UMBY
Empat mahasiswa FKIP UMBY akan menjalani praktik mengajar di dua perguruan tinggi mitra di Filipina. Annisa Shofana dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris serta Ardita Dhea Nada dari Bimbingan dan Konseling ditempatkan di Capiz State University.
Sementara Albara Moh. Nur Taufik (Ilmu Keolahragaan) dan Yohanes Don Bosko (Pendidikan Matematika) mengikuti program di Aklan State University.
Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam SEA Teacher merupakan langkah strategis kampus untuk memperluas jejaring internasional.

“UMBY terus mengembangkan program internasional yang dikemas melalui PPL Internasional. Kolaborasi dengan SEAMEO menjadi bagian penting dalam mendukung internasionalisasi UMBY,” ujarnya, Selasa (13/1/2026)
Ia juga menambahkan bahwa program ini mendorong mahasiswa untuk lebih inovatif dan adaptif. “Mahasiswa belajar bertahan dan berkembang di lingkungan baru dengan berbagai perbedaan, baik budaya maupun sistem pendidikan,” jelasnya.
Pertukaran Mahasiswa dan Penguatan Kompetensi
Dekan FKIP UMBY, Dr. Nuryadi, S.Pd.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa SEA Teacher Batch 11 tidak hanya memberikan pengalaman internasional, tetapi juga pengakuan akademik.
“Program ini memberikan rekognisi nilai untuk mata kuliah tertentu. Selain meningkatkan kemampuan mengajar, mahasiswa juga membawa misi memperkenalkan budaya UMBY dan Indonesia di Filipina,” kata Nuryadi.
Selama mengikuti program, mahasiswa UMBY akan didampingi oleh dosen pembimbing Noor Rizky Irmasari Hasibuan, S.Pt., M.Sc. Salah satu peserta, Ardita Dhea Nada, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan tersebut.
“Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya untuk belajar dan mengembangkan diri sebagai calon pendidik. Semoga ilmu dan pengalaman ini bisa saya terapkan di Indonesia,” tuturnya.
Di sisi lain, UMBY juga menerima dua mahasiswa SEA Teacher dari Capiz State University, yakni Mary Joy B. Bigcas (Pendidikan Sains) dan Carlos Miguel B. Habato (Pendidikan Teknik). Carlos Miguel mengaku antusias mengikuti praktik mengajar di Indonesia.
“Saya senang bisa mengenal nilai dan strategi pengajaran di UMBY. Pengalaman ini sangat berarti untuk pengembangan karier saya ke depan,” paparnya.. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Perkuat Internasionalisasi, UMBY Kirim Mahasiswa ke SEA Teacher Filipina dan Sambut Peserta Asing
| Pewarta | : A. Tulung |
| Editor | : Ronny Wicaksono |